Oleh Naim Emel Prahana
Suku bangsa Rejang sebagian besar berdiam di wilayah Bengkulu dan sebagian berdiam di daerah provinsi Sumatera Selatan. Di Sumatera Selatan pada tahun 1961 berdasarkan cacah jiwa (sensus penduduk) menyebutkan jumlah masyarakat suku bangsa Rejang di Sumatera Selatan lebih kurang sekitar 500.000 orang.
Saat ini suku bangsa Rejang mendiami daerah Kabupaten Rejang Lebong (kabupaten [...]
Arsip untuk November, 2008
Daerah Kediaman Suku Bangsa Rejang
Diposkan dalam Bengkulu, Rejang pada November 26, 2008 | 3 Komentar »
Transportasi Masyarakat Rejang di Lebong (Tempoe Doeloe)
Diposkan dalam Bengkulu, Lebong, Rejang pada November 23, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Naim Emel Prahana
Dari berbagai sumber dan informasi
SEJAK zaman kolonial tempoe doeloe, masyarakat Rejang di pusat asal usul sukubangsa ini di Renah Sekalawi, yang sekarang dikenal dengan nama Lebong. Sudah mengenal beberapa jenis alat transportasi. Alat-alat itu dipergunakan sesuai dengan kebutuhannya.
Pada zaman dahoeloe kala itu, masyarakat Rejang (Tun Jang, pen) sudah kenal dengan Stoom (mobil), [...]
Membangun Obyek Wisata Danau Tes
Diposkan dalam Bengkulu, Lebong, Rejang pada November 20, 2008 | 1 Komentar »
Oleh Naim Emel Prahana
Sungguh suatu keberuntungan bagi kabupaten Lebong yang dibentuk berdasarkan UU No 39 tahun 2003 itu mempunyai potensi alam yang sangat refresemtatif untuk dikembang-bangunkan berbagai obyek wisata alam. Apalagi, dari 192.424 ha luas wilayah, 134.834,55 ha merupakan kawasan konservasi yang termasuk bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang luasnya mencapai 111.035 ha.
Ditambah [...]
Sejarah Transmigrasi di Bengkulu
Diposkan dalam Bengkulu, Lebong, Rejang pada November 20, 2008 | 4 Komentar »
Oleh Naim Emel Prahana
Pendahuluan
Awal abad ke XX di Indonesia (Hindia Belanda) ramai diberitakan tentang kelebihan penduduk di Pulau Jawa. Dengan adanya kelebihan penduduk tersebut, dikhawatirkan munculnya persoalan-persoalan serius mengenai kelaparan yang akhirnya membuat rakyat menjadi melarat.
Pada September 1902 Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan instruksi kepada Asisten Residen Sukabumi, HG Heyting dengan beslit (surat) No 17 tanggal [...]

