
Ditulis dalam Bengkulu, Lebong | 1 Komentar »

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
![]()
Berdasarkan hasil pendataan Satlak PBA Lebong, tak ada korban jiwa dalam bencana itu. Namun 5 rumah hanyut diseret air bah. Banjir itu juga menyebabkan 2 sekolah rusak. Dua sekolah itu diketahui SDN 1 Semelako dan SMPN 2 Semelako, Lebong Tengah.
Diketahui, desa terendam banjir di Lebong Utara adalah Desa Talang Ulu, Desa Kampung Muara Aman, Desa Lebong Donok dan Kelurahan Pasar Muara Aman. Di Kecamatan Amen, desa Desa Muara Aman. Sedangkan di Lebong Tengah ada 8 desa yaitu Semelako, Tanjung Bunga, Payaembik, Karang Anyar, Muara Ketayu, Pagar Agung, Embong Panjang dan Talang Sakti.
Banjir melanda 4 desa di LU dan 1 desa di Amen berasal dari sungai Amen. Sungai ini bertemu dengan Sungai Air Kotok sehingga airnya meluber dan membanjiri Desa Lebong Donok dan Kelurahan Pasar Muara Aman–persisnya kawasan Pasar Melintang.
Sementara di Lebong Tengah, banjir yang melanda rumah warga berasal dari Sungai (Bioa) Nge’ai Semelako. Sumber air Bioa Nge’ai itu dari gunung Cawang, yang kini menjadi areal perkebunan warga.
Sejauh ini banjir sudah mulai surut. Pasca banjir, warga tampak sibuk membersihkan lumpur dan sampah yang dibawa banjir. Saya terpaksa izin tak masuk kantor karena harus membantu keluarga membersihkan sampah dan lumpur akibat banjir kemarin, ujar seorang pejabat Pemkab.
Tak cuma warga yang sibuk bersih-bersih. Puluhan siswa juga tampak sibuk membersihkan ruang kelas mereka yang kotor digenangi air dan lumpur. Pemandangan itu terjadi di SDN 1 Semelako dan SMPN 2 Semelako.
Hari ini proses dan kegiatan belajar-mengajar (KBM) tak bisa berjalan seperti biasa. Anak-anak dan guru harus gotong-royong membersihkan kelas. Saya kira, besok (hari ini, red), KBM juga belum bisa efektif, ujar Kepala SDN 1 Semelako Hj Herawati ZA Ama Pd yang ditemui BE di ruang kerjanya.
Camat LU Fahrurrozi SSos dan Camat LT Drs Hosen Basri yang ditemui terpisah menyebut lima rumah warga yang hanyut itu masing-masing tiga di LU dan 2 di LT.Dua di Semelako masing-masing milik orang tua Nasution dan Nurdin alias Maneng. Dapur rumah mereka hanyut dibawa arus banjir, kata Hosen Basri.
Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc melalui Sekkab Zainul Amin Yasik SE mengatakan pihaknya belum merinci kerugian materiil yang ditimbulkan banjir. Meski laporan kerusakan dan kerugian sementara sudah disampaikan para camat, namun laporan itu masih perlu diverifikasi.
Kami sudah menurunkan Dinas PU, Dinas Sosial, Kesbangpol dan para camat untuk mendata sekaligus merinci secara tepat kerusakan dan kerugian yang diderita warga. Nanti direkap lagi untuk kemudian dirumuskan langkah-langkah apa yang harus dilakukan, kata Amin, sapaan Zainul Amin Yasik.
Zainul mengimbau masyarakat untuk tetap waspda. Sebab, hujan yang masih kerap turun menjelang sore hingga malam, masih berpotensi menyebabkan banjir. Terutama warga yang rumahnya berada di pinggir sungai, kata Amin.
Bronjong
Wakil Ketua II DPRD Lebong Ir Amrozi Ishak, yang rumahnya juga tak luput dari hantaman banjir, meminta Pemkab Lebong melalui Dinas PU untuk merealisasikan permintaan warga Desa Semelako, yakni membangun bronjong di sepanjang aliran sungai Nge’ai sebagai salah satu cara meminimalkan ancaman banjir. Bronjong itu salah satu solusi agar ke depan, banjir tidak meluber ke rumah-rumah penduduk, kata dia.
Sementara kades Semelako Ir Akwaluddin mengatakan, selain bronjong, Pemkab juga perlu membangun kembali jembatan Semelako. Sebab, salah satu pondasi/penyangga jembatan yang ada kini ditengarai ikut memicu air banjir meluber ke jalan raya dan rumah warga.
Ada satu penyangga yang letaknya persis di tengah. Ukurannya juga relatif besar sehingga batang
kayu atau bambu kerap menumpuk dan membuat aliran air tidak lancar lantas mengalir ke jalan dan rumah di sekitar sungai, ujar Akwaluddin.
Rutin
Bagi masyarakat Lebong, terutama yang tinggal di sepanjang pinggir sungai, bencana banjir, agaknya, bukan lagi ancaman yang menakutkan. Terbukti, meski berkali-kali dihantam derasnya air, tak banyak yang memilih meninggalkan rumah, misalnya pindah ke wilayah yang jauh dari bibir sungai. Bahkan banjir yang datang secara periodik, mengajarkan mereka cara luput dari maut.
Seingat saya, banjir besar di desa ini terjadi kelang 5-6 tahun sekali. Paling lama 10 tahun sekali. Sudah rutin begitu, kata Ir Akwaluddin, Kades Semelako.
Pengakuan serupa juga diungkap Hj Herawati ZA, Ama Pd, warga Semelako yang kini menjabat kepala SD 01 Semelako, Lebong Tengah. Yang lalu-lalu lebih parah dari yang kemarin, tambah ibu paruh baya itu mengenang.
Bencana banjir dua hari lalu, kata Akwaluddin, memang merusak dua rumah warganya. Belasan warga lainnya juga menderita kerugian materiil bernilai puluhan juta rupiah. Mereka kehilangan ternak unggas dan ikan. Semuanya lenyap disapu air banjir. Puluhan hektar sawah yang baru sebulan ditanami padi juga rusak. Ada yang tertimbun koral. Ada juga yang hanyut, kata dia.
Saya sendiri kehilangan 20 ribu bibit ikan mas yang saya titip di kolam tetangga bernama Satilah, ujar Samsu Komar, Kaur Umum Desa Semelako yang ditemui terpisah saat mendata rumah warga yang rusak diterjang banjir. Dalam laporan yang disampaikan ke kantor desa, Satillah merugi Rp 4,5 juta.
Nurdin alias Kameng (70), warga setempat, menuturkan, sebelum banjir menghanyutkan dapur rumah berikut tungku masak dan perabotan dapur lainnya, ia baru saja pulang dari sawah. Kini memang masa-masa turun ke sawah. Sudah sebulan ini menanam padi, cerita Kameng usai menunjukkan kondisi rumahnya yang berjarak kurang lima meter dari bibir sungai Ngeai Semelako.
Dihimpit Tembok
Menurut Akwaluddin, saat banjir besar 2002 lalu, seorang warga desanya tewas setelah hanyut terbawa arus. Warga tewas itu menjadi korban saat menyeberang sungai yang tiba-tiba banjir. Rabu lalu, memang ada seorang warga bernama Suhaidi alias Dedek (28) yang sempat hanyut saat mencoba menjebol tembok pagar untuk memuluskan aliran air banjir. Ia selamat. Meski kakinya sempat dihimpit tembok. Ia juga sudah dirujuk ke rumah sakit, terang kades.
Dikatakan Akwaluddin, meski banjir kemarin membuat tiga desa, Semelako, Karang Anyar dan Tanjung Bunga, seperti danau, tak ada korban jiwa yang diakibatkannya. Karena sudah sering banjir, kami tahu tanda-tandanya. Supaya tidak menjadi korban, kalau hujan di gunung, air sungai keruh, warga menjauh dari sungai. Orang tua biasanya melarang anak-anak ke sungai kalau hujan di gunung. Makanya, tidak ada korban jiwa lagi, ujar Akwaluddin. (467)
Ditulis dalam Bengkulu, Lebong | 2 Komentar »
Ditulis dalam Lebong | 6 Komentar »
Di Kabupaten Lebong juga terdapat beberapa Obyek Wisata Air yang dapat dikunjungi oleh para Wisatawan, antara lain adalah :
* Wisata Danau Tes : Danau Tes merupakan tempat wisata sekaligus menjadi Pusat Pembang-kit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Bengkulu. Tidak sama dengan tempat wisata lainnya, luas objek wisata Danau Tes + 750 Ha jarak tempuh-nya 25 km dari ibu kota kabupaten dapat di tempuh dengan ken-daraan umum, Danau Tes telah tersentuh oleh Penataan Pembangunan.
* Sumber Air Panas Desa Tes : Luas Areal 1 Ha belum dikembangkan.
* Air Terjun Telon Buyuk : Terletak di Desa Turan Lalang 11 Km dari Ibu Kota Kecamatan 24 Km dari Ibu Kota Kabupaten dapat ditempuh dengan kendaraan umum ketinggian ± 50 Meter, mempunyai keindahan Panorama Alam kesejukan dan Kebersihan Udara Luas Area Wisata 9, 5 Ha belum dikembangkan.
* Wisata Air Picung : Air Picung merupakan tempat Wisata Danau Alami, terletak disebelah Utara Kota Muara Aman dengan jarak ± 5 Km sama halnya dengan tempat Wisata Air Putih, Air Picung belum tersentuh oleh Penataan Pembangunan dan di kelola secara profesional.
* Objek Wisata Alam Lobang Kacamata : Terletak di Desa Lebong Tambang yang berada di Kecamatan Lebong Utara + 2 Km dari Pusat Kota Lobang Kacamata memiliki keunikan tersendiri yang mana terletak di dalam Bukit atau Dinding Bukit yang berbatu.
* Air Putih : Air Putih merupakan tempat wisata sumber air panas yang sangat menarik yang terletak ± 10 Km sebelah Timur dari Kota Muara Aman di Desa Air Kopras. Suasana Air Putih pada saat ini masih alami karena belum ada penataan pembangunan yang memadai.
* Objek Wisata Air Panas : Terletak didesa Karang Dapo Kecamatan Lebong Selatan ± 54 Km dari Ibu Kota Kabupaten, dapat ditempuh dengan kendaraan, ada kolam pemandian dengan keindahan Panorama Alam.
* Danau Lupang : Terletak di Kelurahan Mubai Kecamatan Lebong Selatan jarak tempuhnya 6 Km dari Ibu Kota Kecamatan, Sarana yang dimiliki jalan setapak mempunyai Panorama Alam yang indah luas Danau Lupang ± 5 Ha belum tersentuh pengembangan Pembangunan.
* Gunung Belerang : Terletak di Kelurahan Mubai ± 6 Km dari Ibu Kota Kelurahan ± 9 Km dari Ibu Kota Kecamatan mempunyai keindahan Panorama Alam.
* Air Terjun Ketenong : Terletak di Desa Ketenong, masih alami dan belum dikembangkan diperlukan investor untuk pengem-bangan lebih lanjut .
* Sumber Air Panas Turan Lalang : Luas Area 0, 5 Ha masih alami terletak di Desa Turan Lalang.
* Objek Wisata Air Terjun Tes : Terletak di Desa Tes, Luas lahan 1,5 Km masih alami dengan keindahan Panorama Alam.
* Wisata Air Paliak (Lebong Utara) : Sama halnya dengan Sumber air panas Air Putih, Air Paliak merupakan tempat wisata alami yang sangat menarik . akan tetapi di Air Paliak suasana pegunungannya sangat terasa karena memang terdapat di Daerah Pegunungan.
* Danau Blue : Terletak di Desa Mubai Luasnya ± 2 Km belum dikembangkan mempunyai pemandangan yang indah dan alami, airnya jernih kebiru-biruan.
* Sungai Ketahun : Terletak disepanjang Desa Suka Sari dan Talang Leak mempunyai air yang sangat jernih, keindahan Panorama Alam dan Luasnya sungai sepanjang 20 Km.
* Objek Wisata Lainnya : Diantaranya Goa Sriwijaya, Suban Gergok, Telaga Tujuh warna, Air Terjun Tik Gumaceak, Air Terjun Siapang, Air terjun Bio Baes, Air Terjun Taman Peri, Air Terjun Amen, Arum Jerang Air Ketahun dan Air Terjun Tebing Serai.
Situs/Benda Cagar Budaya Di Kabupaten Lebong
Nama Benda Cagar Budaya Lokasi Keterangan
Keramat Tebo Lai Semelako Kecamatan Lebong Tengah Rajo Megat
Keramat Tebo Sam Atas Tebing Kec. Lebong Atas Rajo Mawang
Keramat Ulau Dues Tunggang Kec. Lebong Utara Ki Karang Nio
Keramat Lebong Semelako Kec. Lebong Tengah Ki Pandan
Keramat Beringin Kuning Semelako Kec. Lebong Tengah Ki Pati
Keramat Tapus Tapus Kec. Rimbo Pengadang Rio Setanggei Panjang
Situs Tepok Reginang Tapus Kec. Rimbo Pengadang Dayang Reginang
Situs Tanah Majapahit Tapus Kec. Rimbo Pengadang Biku Bembo
Situs Malim Janggut Tl. Ratu kec.Rimbo Pengadang Malim Janggut
Keramat Tik Ukem Tes kec. Lebong Selatan Biku Bermano
Keramat Tubei Pelabi Kec. Lebong Atas Samang Alo
Keramat Daneu Daneu Kec. Lebong Atas Ajai Malang
Rumah Adat Tradisional Gunung Alam Kec. Lebong Atas Dilestarikan suku rejang
Jenis-jenis Kesenian Kabupaten Lebong
* Tarian Induk : Tari Kejai
* Tari Kereasi : Tari Uli, Tari Ejek, Tari Kipas, Tari Pisau, Tari Selendang, Tari Kemanten, Tari undang Biniak, Tari Lalan Belek, Tari Obor, Tari Samana, dan tari Ting Bedeting.
* Medula : Cerita Legenda yang dilagukan tanpa alat musik (hanya vocal). Mengisahkan tentang perjuangan kaum laki-laki.
* Geritan : Cerita pahlawan yang dilagukan dengan alat pengeras suara bambu (Gerigik).
* Sambei : Penyampaian ungkapan hati dengan Bahasa yang halus dan dilagukan.
* Rejung : Penyampaian perasaan hati dengan Bahasa yang halus dan dilagukan.
* Perbimbang : Penyampaian ungkapan hati dengan Pantun yang dilagukan.
* Seni Kerajinan : Menganyam dan sejenis kerajinan Tangan lainnya.
* Seni Arsitektur : Cara-cara pembuatan alat pendukung kerja (kehidupan) dalam pertanian, rumah tangga
* Seni Musik : Musik Kolintang, Musik Sedem, Musik Krilu, Musik Ketuk Kecitung, Musik Redap, Gendang, Musik Genggong, Musik suling, Musik Rebana, Musik Gitar Tunggal.
Sumber : http://www.janghiangbong.com/
Ditulis dalam Bengkulu, Lebong, Rejang | 29 Komentar »
Penulis : Marliyansah
BENGKULU–MI: Sedikitnya puluhan rumah terendam banjir di Desa Talang Ulu dan Desa Kampung Muara Aman Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong, Sabtu (6/12). Banjir yang terjadi di dua desa itu diakibatkan meluapnya sungai Amen yang berdekatan dengan pemukiman warga dengan ketinggian mencapai satu meter.
Terjangan banjir yang merendam rumah warga didua desa tersebut membuat warga mulai mengungsi karena warga takut apabila ada banjir susulan. Warga mulai mengungsi didaerah-daerah yang lebih tinggi atau mengungsi ke tempat keluarganya.
Hingga saat ini warga masih takut untuk kembali kerumah masing-masing karena hujan terus mengguyur Kabupaten Lebong. Curah hujan yang tinggi membuat beberapa sungai di kabupaten Lebong seperti sungai Amen mulai meluap.
Agustina,30, warga Desa Talang Ulu Kecamatan Lebong Utara mengatakan meluapnya sungai Amen yang berdekatan dengan pinggiran sungai. Banjir yang merendam didua desa itu secara tiba-tiba karena warga yang sedang berada didalam rumah ketika sore hari.
“Warga sangat kaget setelah merasakan banjir telah merendam rumah warga karena banjir tersebut datang secara tiba-tiba”, katanya.
Akibat banjir yang datang secara tiba-tiba mebuat warga panik dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Warga yang mengungsi ditempat-tempat yang lebih tinggi tanpa membawa bekal karena banjir yang datang secara tiba-tiba sehingga tanpa persiapan makanan.
“Kami sudah mengungsi karena masih takut kalau ada banjir susulan karena hujan deras terus mengguyur”, ujar Marwan,40, warga Kampung Muara Aman. (MY/OL-02)
Ditulis dalam Bengkulu, Lebong | 8 Komentar »
Oleh Naim Emel Prahana

1. Rimbe (asli Rejang)
2. Pakua (cangkul)
3. Arit
4. Golok
5. Gesek Lai
6. Gesek titik
7. Piseu (pisau)
8. Kapok (kampak)
9. Linggis
Alat Mencari Ikan
1. Kewea (pancing)
Kewea terbuat dari mata pancing, senar (tali), tiang kecea (dari bamboo khusus).
2. Kacea
Kacea sama dengan pancing, perbedaannya terletak pada penggunaan dan pada mata pancingnya. Mata pancing kaeca lebih besar dan di atasnya diikat timah lempeng—gunanya untuk memancing ikan-ikan besar mengejar lempengan timah tersebut. Cara menggunakannya dengan cara dilempar dan diayun-ayunkan di atas permukaan air.
3. Tajua
Tajua itu berupa pancing khusus untuk ikan-ikan besar seperti ikan gabus, limbek (lele; limbat), ikan Slan dan Belut besar (seperti di Danau tes). Tajua biasanya dipasang di waktu sore menjelang magrib dan akan ditarik (diambil) pada pagi hari.
Tajua itu unik, tali senarnya hanya sekitar 1 meter dan di atasnya diberi potongan bamboo kecil atau kayu seukuran jari telenjuk yang tujuan, agar ketika ditarik oleh ikan, tidak hilang tenggelam. Biasanya digunakan potongan-potongan pohon Peak (bambu air yang banyak tumbuh di daerah Danau Tes.
4. Jalai (jala)
Sama dengan jala pada umumnya.
5. Ja’ing (jarring)
Sama dengan jarring pada umumnya
6. Cakik
Cakik adalah bokoa kecil yang sengaja dibuat dengan lubang-lubangnya
7. Bau (Bumbu)
Bau itu terbuat dari anyaman khusus dari bahan bambu, berbentuk loncong. Di bagian mulut Bau memang agak kecil dan didalamnya dibuat perangkap ikan. Jika ikan sudah masuk, maka sulit untuk ke luar lagi. Biasanya Bau itu dipasang di air deras atau antara air yang tenang dengan aliran air deras.
Bau itu efektif sekali untuk menangkap ikan Slan (belut besar), ikan putih, ikan paleu dan lainnya, termasuk ikan sebdok dan limbek.
8. Tabem
Tabem itu sejenis Bau, tapi ukurannya kecil seperti silinder dan pintu masuk ikan ke dalamnya sama dengan mulut Bau. Terbuat dari lidi bambu dan rotan.
9. Tubo (tuba)
Tubo adalah alat peracun ikan yang dibuat dari akar khusus yang beracun. Biasanya ketika ditebarkan ke air—sebelumnya dicampur dengan abu atau tanah atau dedak. Tubo itu tidak membuat ikan mati, akan tetapi menjadikan ikan itu mabuk. Saat mabuk itulah ikan-ikan itu ditangkap.
10. Serapang
Terbuat dari besi dengan tiga mata (seperti trisula) dan dimasukkan ke dalam ujung bambu khusus yang panjangnya sekitar 1,5—2 meter. Tergantung selera yang punya. Serapang itu digunakan pada malam hari yang disebut dengan ‘menyuluak’. Mereka yang mencari ikan dengan menggunakan serapang itu biasanya naik perahu, kemudian menggunakan lampu petromak menyisir pinggir sungai atau Danau Tes.
Serapang dapat dipergunakan untuk mencari ikan, ketika air sungai atau danau sedangkan keadaan bersih dan jernih. Sehingga dari permukaan air, dengan mudah dapat melihat ikan di dasar sungai atau pinggiran danau.
Sambang
Sambang adalah tempat minum yang biasanya digunakan oleh orang Rejang di kebun, sawah sebagai pengganti gelas atau cangkir tempat minum. Sambang itu terbuat dari potongan bambu yang ada ruasnya. Kemudian, kulit luar bambunya dikupas dan dihaluskan dengan pisau. Ukuran sambang sama dengan ukuran gelas atau cangkir, begitu juga tingginya.
Ditulis dalam Bengkulu, Lebong, Rejang | Bertanda Bengkulu, Lebong, Rejang | 2 Komentar »
Saat waktu menunjukan pukul 0.0, saat berakhir hari ini, dan putaran hari baru dimulai.
Terjaga aku dari lamunan panjang yg senantiasa mengusik pikiranku waktu demi waktu..
haagh,.. muak aku!
Muak aku akan keadaan ini..! kehidupan ditempatku begitu keras!..kejam..!
Tak peduli aku kau lemah tak berdaya asalku punya sedikit saja kekuatan.. Engkau akan kuhantam!
Tak peduli aku kau punya ataupun tidak.. Asalkan kau serahkan saja semuanya padaku!
Aku tau kau mulai muak kepadaku.? tanpa kau pinta!..segera kukirim kata kata termanis tuk menghibur kekecewaanmu.
Aku tau kau mulai mengeluh kepadaku..?
karna aku berkuasa..
(bersambung)
Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar »








